REDESAIN STRUKTUR INTERNAL PARTAI POLITIK DALAM BINGKAI KONTESTASI PEMILIHAN UMUM DI INDONESIA

Paradigma baru terhadap kelembagaan partai politik perlu dikembangkan seiring dengan menguatnya konsolidasi demokrasi di Indonesia melalui sejumlah pembaruan yang mengarah pada penguatan sistem dan kelembagaan partai politik, salah satunya yang menyangkut demokratisasi internal parpol. Pada realitas...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Proborini Hastuti
Format: Article
Language:English
Published: Faculty of Law Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan Indonesia 2018-11-01
Series:Mimbar Yustitia: Jurnal Hukum dan Hak Asasi Manusia
Subjects:
Online Access:https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/mimbar/article/view/1192
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Paradigma baru terhadap kelembagaan partai politik perlu dikembangkan seiring dengan menguatnya konsolidasi demokrasi di Indonesia melalui sejumlah pembaruan yang mengarah pada penguatan sistem dan kelembagaan partai politik, salah satunya yang menyangkut demokratisasi internal parpol. Pada realitasnya parpol tidak mengindahkan demokratisasi kelembagaan saat proses pencalonan wakil-wakilnya untuk menjadi kontestan pemilihan umum yang notabene akan menduduki kursi eksekutif ataupun legislatif. Kontestan yang digadangkan untuk mewakili tidak bersinergi dengan idealitas pengkaderan dalam partai politik. Nyatanya yang terpilih adalah golongan elitis dalam kelembagaan partai tersebut sehingga cenderung pada struktur partai politik yang oligarkis. Persoalan yang fundamental sebagai basis dari problematika tersebut salah satunya yaitu desain struktur internal partai politik yang bersifat elitis-pragmatis. Indonesia yang mendeklarasikan diri sebagai negara demokrasi mempunyai kewajiban membentuk tatanan politik nasional yang mapan dan dilakukan secara terencana, terpadu dan berkelanjutan terhadap politik hukum kelembagaan parpol yang nantinya bermuara dalam menjamin terselenggaranya kontestasi pemilu yang efektif dan ideal. Oleh sebab itulah politik hukum kelembagaan partai politik perlu dikonstruksikan secara nyata melalui pembaharuan persyaratan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai politik secara institusional dimana meletakkan pendikotomian tegas antara komponen kader wakil rakyat, komponen kader pejabat eksekutif dan komponen kepengurusan profesional.
ISSN:2580-4561
2580-457X