Kualitas Minyak Urut Kombinasi VCO dan Cabai Jawa (Piper retrofractum Vahl.) dengan Variasi Suhu Pemanasan pada Proses Digesti

Salah satu alternatif dalam meningkatkan nilai fungsional VCO adalah dengan menambahkan rempah-rempah yang mengandung komponen fungsional. Pada penelitian ini dilakukan analisis mutu sediaan minyak urut kombinasi VCO dan cabai jawa yang diproduksi menggunakan suhu pemanasan 40°C, 50°C dan 60°C pada...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Dewa Ayu Ika Pramitha, Ni Wayan Rias Samidya, Luh Dita Sukriani, Maria Malida Vernandes Sasadara, Agung Ari Chandra Wibawa
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Mahasaraswati Denpasar 2023-03-01
Series:Jurnal Ilmiah Medicamento
Subjects:
Online Access:https://e-journal.unmas.ac.id/index.php/Medicamento/article/view/4896
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Salah satu alternatif dalam meningkatkan nilai fungsional VCO adalah dengan menambahkan rempah-rempah yang mengandung komponen fungsional. Pada penelitian ini dilakukan analisis mutu sediaan minyak urut kombinasi VCO dan cabai jawa yang diproduksi menggunakan suhu pemanasan 40°C, 50°C dan 60°C pada proses digesti selama 8 jam dan dimaserasi selama 24 jam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui suhu terbaik yang dapat digunakan dalam proses pembuatan minyak urut VCO cabai jawa yang memiliki mutu terbaik. Parameter mutu yang ditentukan adalah kadar air, bilangan asam, bilangan peroksida, dan bilangan iod. Minyak urut yang dihasilkan berwarna oranye dan memiliki aroma cabai jawa yang khas. Hasil analisa minyak urut yang diproduksi mununjukkan bahwa pada suhu 40°C memiliki kadar air, bilangan asam, bilangan peroksida, dan bilangan iod secara berturut-turut sebesar (0,018 ± 0,008) %; (1,185 ± 0,072) mg NaOH/10g; (0,433 ± 0,058) meq/kg; dan (7,358 ± 0,032) g iod/100 g minyak. Sehingga, mutu terbaik dihasilkan oleh minyak urut yang diproses menggunakan suhu 40°C karena mempunyai nilai kadar air, bilangan asam, bilangan peroksida terendah dan bilangan iod tertinggi dibandingkan dengan yang diperoleh pada pemanasan yg lebih tinggi.
ISSN:2356-4814