Analisis Perubahan Dinamika Abrasi dan Akresi Garis Pantai di Kota Kupang Berbasis Teknologi Penginderaan Jauh

Garis pantai bersifat dinamis dan terus berubah akibat faktor hidro-oseanografi dan aktivitas manusia, yang mempengaruhi proses abrasi dan akresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perubahan garis pantai serta menganalisis tingkat abrasi dan akresi di pesisir Kota Kupang dengan memanfaatkan t...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Nessa N. Nawa, Amandus Jong Tallo, Antonius L. Antjak, Yunus Fallo
Format: Article
Language:Indonesian
Published: ECOTAS 2025-05-01
Series:Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains
Subjects:
Online Access:https://www.journals.ecotas.org/index.php/ems/article/view/293
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849728345433964544
author Nessa N. Nawa
Amandus Jong Tallo
Antonius L. Antjak
Yunus Fallo
author_facet Nessa N. Nawa
Amandus Jong Tallo
Antonius L. Antjak
Yunus Fallo
author_sort Nessa N. Nawa
collection DOAJ
description Garis pantai bersifat dinamis dan terus berubah akibat faktor hidro-oseanografi dan aktivitas manusia, yang mempengaruhi proses abrasi dan akresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perubahan garis pantai serta menganalisis tingkat abrasi dan akresi di pesisir Kota Kupang dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh pada dataset citra landsat (tahun 2014, 2018, dan 2023) yang diunduh dari usgs dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Teknik analisis diterapkan melalui Digital Shoreline Analysis System (DSAS) dalam SIG. Hasil menunjukkan perubahan yang terjadi dalam bentuk abrasi dan akresi dengan nilai yang bervariasi. Antara tahun 2014-2018 dan 2018-2023, terjadi perubahan signifikan, dengan nilai abrasi terbesar mencapai -37,98 m di Kecamatan Kelapa Lima dan akresi tertinggi 187,09 m di Kecamatan Kota Lama. Pada periode 2014-2018, luas wilayah yang terkena abrasi di Kelapa Lima, Kota Lama, dan Alak masing-masing sebesar 4,01 ha, 0,63 ha, dan 1,24 ha. Teknologi ini mempermudah pengelolaan dan interpretasi data citra, dengan keunggulan resolusi temporal yang tinggi, biaya yang terjangkau, serta cakupan liputan yang luas.
format Article
id doaj-art-e496e25dd2ca41779448b3fa85ef59ea
institution DOAJ
issn 2720-9717
language Indonesian
publishDate 2025-05-01
publisher ECOTAS
record_format Article
series Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains
spelling doaj-art-e496e25dd2ca41779448b3fa85ef59ea2025-08-20T03:09:34ZindECOTASJurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains2720-97172025-05-016110.55448/mr454h18Analisis Perubahan Dinamika Abrasi dan Akresi Garis Pantai di Kota Kupang Berbasis Teknologi Penginderaan JauhNessa N. Nawa0 Amandus Jong Tallo1Antonius L. Antjak 2Yunus Fallo3Program Studi Teknik Perancangan Irigasi & Penanganan Pantai, Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Kupang Program Studi Teknik Perancangan Irigasi & Penanganan Pantai, Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Kupang Program Studi Teknik Perancangan Irigasi & Penanganan Pantai, Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Kupang Program Studi Teknik Perancangan Irigasi & Penanganan Pantai, Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Kupang Garis pantai bersifat dinamis dan terus berubah akibat faktor hidro-oseanografi dan aktivitas manusia, yang mempengaruhi proses abrasi dan akresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perubahan garis pantai serta menganalisis tingkat abrasi dan akresi di pesisir Kota Kupang dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh pada dataset citra landsat (tahun 2014, 2018, dan 2023) yang diunduh dari usgs dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Teknik analisis diterapkan melalui Digital Shoreline Analysis System (DSAS) dalam SIG. Hasil menunjukkan perubahan yang terjadi dalam bentuk abrasi dan akresi dengan nilai yang bervariasi. Antara tahun 2014-2018 dan 2018-2023, terjadi perubahan signifikan, dengan nilai abrasi terbesar mencapai -37,98 m di Kecamatan Kelapa Lima dan akresi tertinggi 187,09 m di Kecamatan Kota Lama. Pada periode 2014-2018, luas wilayah yang terkena abrasi di Kelapa Lima, Kota Lama, dan Alak masing-masing sebesar 4,01 ha, 0,63 ha, dan 1,24 ha. Teknologi ini mempermudah pengelolaan dan interpretasi data citra, dengan keunggulan resolusi temporal yang tinggi, biaya yang terjangkau, serta cakupan liputan yang luas. https://www.journals.ecotas.org/index.php/ems/article/view/293Abrasi, Akresi, Penginderaan Jauh, Sistem Informasi Geografis, DSAS
spellingShingle Nessa N. Nawa
Amandus Jong Tallo
Antonius L. Antjak
Yunus Fallo
Analisis Perubahan Dinamika Abrasi dan Akresi Garis Pantai di Kota Kupang Berbasis Teknologi Penginderaan Jauh
Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains
Abrasi, Akresi, Penginderaan Jauh, Sistem Informasi Geografis, DSAS
title Analisis Perubahan Dinamika Abrasi dan Akresi Garis Pantai di Kota Kupang Berbasis Teknologi Penginderaan Jauh
title_full Analisis Perubahan Dinamika Abrasi dan Akresi Garis Pantai di Kota Kupang Berbasis Teknologi Penginderaan Jauh
title_fullStr Analisis Perubahan Dinamika Abrasi dan Akresi Garis Pantai di Kota Kupang Berbasis Teknologi Penginderaan Jauh
title_full_unstemmed Analisis Perubahan Dinamika Abrasi dan Akresi Garis Pantai di Kota Kupang Berbasis Teknologi Penginderaan Jauh
title_short Analisis Perubahan Dinamika Abrasi dan Akresi Garis Pantai di Kota Kupang Berbasis Teknologi Penginderaan Jauh
title_sort analisis perubahan dinamika abrasi dan akresi garis pantai di kota kupang berbasis teknologi penginderaan jauh
topic Abrasi, Akresi, Penginderaan Jauh, Sistem Informasi Geografis, DSAS
url https://www.journals.ecotas.org/index.php/ems/article/view/293
work_keys_str_mv AT nessannawa analisisperubahandinamikaabrasidanakresigarispantaidikotakupangberbasisteknologipenginderaanjauh
AT amandusjongtallo analisisperubahandinamikaabrasidanakresigarispantaidikotakupangberbasisteknologipenginderaanjauh
AT antoniuslantjak analisisperubahandinamikaabrasidanakresigarispantaidikotakupangberbasisteknologipenginderaanjauh
AT yunusfallo analisisperubahandinamikaabrasidanakresigarispantaidikotakupangberbasisteknologipenginderaanjauh