Hazard Management in Karang Hawu Beach, Sukabumi Distric, West Java

Pantai Karang Hawu (karang yang berbentuk hawu/tungku) merupakan objek wisata unggulan Palabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Ciri khas panorama alam karang yang menjorok kelaut ini banyak dikunjungi oleh wisatawan (1,7 juta pengunjung/tahun). Namun sering timbulnya kecelakaan akibat bahaya di kawasa...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Sofia Ucu Utami, E. K. S. Harini Muntasib, Agustinus M. Samosir
Format: Article
Language:English
Published: IPB University 2019-12-01
Series:Media Konservasi
Online Access:http://journal.ipb.ac.id/index.php/konservasi/article/view/29363
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1850263187706871808
author Sofia Ucu Utami
E. K. S. Harini Muntasib
Agustinus M. Samosir
author_facet Sofia Ucu Utami
E. K. S. Harini Muntasib
Agustinus M. Samosir
author_sort Sofia Ucu Utami
collection DOAJ
description Pantai Karang Hawu (karang yang berbentuk hawu/tungku) merupakan objek wisata unggulan Palabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Ciri khas panorama alam karang yang menjorok kelaut ini banyak dikunjungi oleh wisatawan (1,7 juta pengunjung/tahun). Namun sering timbulnya kecelakaan akibat bahaya di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan potensi bahaya serta menyusun rekomendasi manajemen potensi bahaya. Metode yang digunakan yaitu identifikasi yang kemudian dianalisis dan dievaluasi melalui UNEP tahun 2008 dan pemetaan dengan menggunakan aplikasi ArcGis 10.3. Potensi bahaya di kawasan wisata Pantai Karang Hawu terdiri dari potensi bahaya fisik yang di antaranya gelombang laut, arus pantai, pasang surut, tsunami dan gempa, sedangkan potensi bahaya biologi terdiri dari karang, ubur-ubur dan bulu babi. Manajemen bahaya di kawasan tersebut dikelola oleh banyak pihak di antaranya Balawista, institusi pemerintah dan masyarakat sekitar Pantai Karang Hawu, di bawah pengawasan Dinas Kepariwisataan, Kebudayaan dan Olah Raga Kabupaten Sukabumi. Hasil analisis menunjukan bahwa arus pantai dan gelombang memiliki nilai potensi bahaya yang paling tinggi. Manajemen pengurangan risiko yang disarankan adalah dengan cara menghindari risiko (avoiding risk). Pengembangan manajemen dilakukan secara sosial dan institusi dengan meningkatkan pemahaman mengenai potensi bahaya di kawasan wisata Pantai Karang Hawu. Langkah-langkah teknis yang harus diambil untuk mengurangi risiko termasuk memberikan pertolongan pertama, menggunakan bendera merah untuk menandai daerah berbahaya, meningkatkan kesadaran pengunjung terhadap bahaya, dan menetapkan area yang aman bagi pengunjung.   Kata kunci: kesadaran, bahaya, manajemen bahaya, Pantai Karang Hawu, tindakan teknis
format Article
id doaj-art-e226a7a67dc9475bb23bc3d6e873ae3a
institution OA Journals
issn 0215-1677
2502-6313
language English
publishDate 2019-12-01
publisher IPB University
record_format Article
series Media Konservasi
spelling doaj-art-e226a7a67dc9475bb23bc3d6e873ae3a2025-08-20T01:55:02ZengIPB UniversityMedia Konservasi0215-16772502-63132019-12-0124332233310.29244/medkon.24.3.322-33329363Hazard Management in Karang Hawu Beach, Sukabumi Distric, West JavaSofia Ucu UtamiE. K. S. Harini MuntasibAgustinus M. SamosirPantai Karang Hawu (karang yang berbentuk hawu/tungku) merupakan objek wisata unggulan Palabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Ciri khas panorama alam karang yang menjorok kelaut ini banyak dikunjungi oleh wisatawan (1,7 juta pengunjung/tahun). Namun sering timbulnya kecelakaan akibat bahaya di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan potensi bahaya serta menyusun rekomendasi manajemen potensi bahaya. Metode yang digunakan yaitu identifikasi yang kemudian dianalisis dan dievaluasi melalui UNEP tahun 2008 dan pemetaan dengan menggunakan aplikasi ArcGis 10.3. Potensi bahaya di kawasan wisata Pantai Karang Hawu terdiri dari potensi bahaya fisik yang di antaranya gelombang laut, arus pantai, pasang surut, tsunami dan gempa, sedangkan potensi bahaya biologi terdiri dari karang, ubur-ubur dan bulu babi. Manajemen bahaya di kawasan tersebut dikelola oleh banyak pihak di antaranya Balawista, institusi pemerintah dan masyarakat sekitar Pantai Karang Hawu, di bawah pengawasan Dinas Kepariwisataan, Kebudayaan dan Olah Raga Kabupaten Sukabumi. Hasil analisis menunjukan bahwa arus pantai dan gelombang memiliki nilai potensi bahaya yang paling tinggi. Manajemen pengurangan risiko yang disarankan adalah dengan cara menghindari risiko (avoiding risk). Pengembangan manajemen dilakukan secara sosial dan institusi dengan meningkatkan pemahaman mengenai potensi bahaya di kawasan wisata Pantai Karang Hawu. Langkah-langkah teknis yang harus diambil untuk mengurangi risiko termasuk memberikan pertolongan pertama, menggunakan bendera merah untuk menandai daerah berbahaya, meningkatkan kesadaran pengunjung terhadap bahaya, dan menetapkan area yang aman bagi pengunjung.   Kata kunci: kesadaran, bahaya, manajemen bahaya, Pantai Karang Hawu, tindakan teknishttp://journal.ipb.ac.id/index.php/konservasi/article/view/29363
spellingShingle Sofia Ucu Utami
E. K. S. Harini Muntasib
Agustinus M. Samosir
Hazard Management in Karang Hawu Beach, Sukabumi Distric, West Java
Media Konservasi
title Hazard Management in Karang Hawu Beach, Sukabumi Distric, West Java
title_full Hazard Management in Karang Hawu Beach, Sukabumi Distric, West Java
title_fullStr Hazard Management in Karang Hawu Beach, Sukabumi Distric, West Java
title_full_unstemmed Hazard Management in Karang Hawu Beach, Sukabumi Distric, West Java
title_short Hazard Management in Karang Hawu Beach, Sukabumi Distric, West Java
title_sort hazard management in karang hawu beach sukabumi distric west java
url http://journal.ipb.ac.id/index.php/konservasi/article/view/29363
work_keys_str_mv AT sofiaucuutami hazardmanagementinkaranghawubeachsukabumidistricwestjava
AT eksharinimuntasib hazardmanagementinkaranghawubeachsukabumidistricwestjava
AT agustinusmsamosir hazardmanagementinkaranghawubeachsukabumidistricwestjava