Kesetaraan Gender dalam Agama-Agama: Analisis Filsafat Taoisme-Islam Sachiko Murata

Kesetaraan gender yang menempatkan perempuan dan laki-laki secara sejajar belum sepenuhnya dapat dilaksanakan. Penyebabnya selain karena alasan sosial-budaya, juga terdapat alasan teologis, dimana agama dianggap turut berkontribusi melanggengkan ketidakadilan gender dengan melegitimasi perlakuan yan...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Fatrawati Kumari
Format: Article
Language:English
Published: Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Islam Negeri Banjarmasin 2022-12-01
Series:Mu'adalah
Subjects:
Online Access:https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/muadalah/article/view/7471
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Kesetaraan gender yang menempatkan perempuan dan laki-laki secara sejajar belum sepenuhnya dapat dilaksanakan. Penyebabnya selain karena alasan sosial-budaya, juga terdapat alasan teologis, dimana agama dianggap turut berkontribusi melanggengkan ketidakadilan gender dengan melegitimasi perlakuan yang merugikan perempuan melalui bahasa agama. Namun ketika agama ditelusuri lebih dalam lagi, ternyata anggapan tersebut terbantahkan, karena semua agama mengajarkan prinsip kesetaraan gender. Agama menunjukkan jati dirinya sebagai penyambung suara Tuhan dalam mengangkat harkat dan derajat manusia di muka bumi, tak terkecuali perempuan. Untuk mengetahui bagaimana agama-agama memaknai kesetaraan gender, perlu kajian khusus dengan menggunakan pendekatan filsafat Taoisme-Islam Sachiko Murata. Tujuannya adalah agar memperoleh gambaran filosofis-spiritual mengenai kesetaraan gender sebagaimana inti ajaran agama-agama yang dalam hal meliputi agama: Kristen, Yahudi, Hindu, Budha dan Islam. Kata Kunci: Kesetaraan, Gender, Agama, Filsafat Taoisme-Islam
ISSN:2354-6271
2964-8599