Perspektif Taman Edelweiss Sebagai Area Konservasi Ex-Situ Bunga Edelweiss Secara Ekologi dan Ekonomi di Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan.
Salah satu flora endemik yang menjadi ikon pada kawasan TNBTS adalah Bunga Edelweiss. Adanya perkembangan wisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menjadikan permintaan akan bunga Edelweiss sebagai souvenir semakin besar dan mempengaruhi nilai ekonomi komoditas tersebut. Tentu h...
Saved in:
| Main Authors: | , , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | Indonesian |
| Published: |
Diponegoro University
2022-10-01
|
| Series: | Jurnal Ilmu Lingkungan |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/46285 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| Summary: | Salah satu flora endemik yang menjadi ikon pada kawasan TNBTS adalah Bunga Edelweiss. Adanya perkembangan wisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menjadikan permintaan akan bunga Edelweiss sebagai souvenir semakin besar dan mempengaruhi nilai ekonomi komoditas tersebut. Tentu hal ini berpengaruh terhadap penurunan jumlah populasi dan mengancam ketersediaanya bagi masyarakat adat Tengger yang mempergunakan Bunga Edelweiss sebagai sesaji yang tidak dapat digantikan oleh komponen yang lain. Hingga pada tahun 2017, beberapa masyarakat Desa Wonokitri dibawah bimbingan TNBTS membentuk kelompok tani bernama Hulun Hyang sebagai upaya konservasi ex-situ Bunga Edelweiss. Perjalanan panjang kelompok tani Hulun Hyang hingga akhirmya mendapatkan izin tangkar dari KLHK terkait wanawiyata widyakarya. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi modal yang dimiliki kelompok Tani Hulun Hyang sebagai pengelola taman edelweiss serta tahapan budidaya bunga Edelweiss mulai persiapan lahan hingga pasca panen. Kemudian pada aspek ekonomi dilakukan pengukuran willingness to pay dari wisatawan Taman Edelweiss terhadap bunga edelweiss hasil konservasi Ex-Situ Kelompok Tani Hulun Hyang dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi willingness to pay tersebut. Studi ini menggunakan data primer dengan jumlah responden sebanyak 100 responden yang dilakukan secara acak atau random sampling. Willingness to pay dapat diperkirakan dengan menggunakan pendekatan contingent valuation method (CVM). Alat analisis pada studi ini adalah menggunakan regresi linier berganda pada SPSS 22. Berdasarkan analisis, nilai rata-rata willingness to pay per orang untuk 1 rangkaian sederhana berisikan 100 tangkai Bunga Edelweiss adalah sebesar Rp. 36.307,00 dengan nilai total willingness to pay adalah Rp 3.667.000,00. Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi secara signifikan besarnya nilai willingness to pay untuk Bunga Edelweiss Hasil Konservasi Ex-situ Kelompok Tani ‘’Hulun Hyang’’ di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah pendidikan terakhir dan pendapatan per bulan. |
|---|---|
| ISSN: | 1829-8907 |