Identifikasi tingkat kekumuhan pada kawasan permukiman nelayan di Kecamatan Puger
Kecamatan Puger adalah daerah pesisir yang terletak di Kabupaten Jember bagian selatan. Berdasarkan Perda Kabupaten Jember Nomor 1 Tahun 2015, Kecamatan Puger ditetapkan sebagai kawasan strategis perekonomian dan akan dikembangkan menjadi kawasan minapolitan. Permukiman nelayan di Kecamatan Puger, t...
Saved in:
| Main Authors: | , , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | Indonesian |
| Published: |
Universitas Sebelas Maret
2025-07-01
|
| Series: | Region: Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://jurnal.uns.ac.id/region/article/view/91395 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| _version_ | 1849467105261387776 |
|---|---|
| author | Ananda Alif Ramadani Dewi Junita Koesoemawati Dano Quinta Revana |
| author_facet | Ananda Alif Ramadani Dewi Junita Koesoemawati Dano Quinta Revana |
| author_sort | Ananda Alif Ramadani |
| collection | DOAJ |
| description | Kecamatan Puger adalah daerah pesisir yang terletak di Kabupaten Jember bagian selatan. Berdasarkan Perda Kabupaten Jember Nomor 1 Tahun 2015, Kecamatan Puger ditetapkan sebagai kawasan strategis perekonomian dan akan dikembangkan menjadi kawasan minapolitan. Permukiman nelayan di Kecamatan Puger, terutama di Desa Puger Kulon dan Desa Puger Wetan, berkembang dengan adanya Pelabuhan Ikan dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger. Permukiman nelayan tersebut menunjukkan fenomena kekumuhan, seperti penumpukan sampah di badan air, saluran drainase, dan tepi jalan, serta ketidakteraturan bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran tingkat kekumuhan di Desa Puger Kulon dan Desa Puger Wetan pada tingkat dusun serta mendapatkan pola dan arahan penanganan kekumuhan. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan metode skoring untuk mengetahui tingkat kekumuhan dan analisis triangulasi untuk menyusun arahan penanganan. Penelitian ini dilakukan di delapan dusun yang ada di Desa Puger Kulon dan Desa Puger Wetan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat lima dusun yang teridentifikasi kumuh dengan tingkat kekumuhan ringan, sementara tiga dusun lainnya tidak teridentifikasi kumuh. Pola penanganan yang dapat diterapkan berdasarkan matriks pada Permen PUPR Nomor 14 Tahun 2018 adalah peremajaan. |
| format | Article |
| id | doaj-art-bae070a281ca4f32ba2f52d0b60df02a |
| institution | Kabale University |
| issn | 2598-019X |
| language | Indonesian |
| publishDate | 2025-07-01 |
| publisher | Universitas Sebelas Maret |
| record_format | Article |
| series | Region: Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif |
| spelling | doaj-art-bae070a281ca4f32ba2f52d0b60df02a2025-08-20T03:34:52ZindUniversitas Sebelas MaretRegion: Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif2598-019X2025-07-0120248050110.20961/region.v20i2.9139543365Identifikasi tingkat kekumuhan pada kawasan permukiman nelayan di Kecamatan PugerAnanda Alif Ramadani0Dewi Junita Koesoemawati1Dano Quinta Revana2Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Jember, IndonesiaPerencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Jember, IndonesiaTeknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Jember, IndonesiaKecamatan Puger adalah daerah pesisir yang terletak di Kabupaten Jember bagian selatan. Berdasarkan Perda Kabupaten Jember Nomor 1 Tahun 2015, Kecamatan Puger ditetapkan sebagai kawasan strategis perekonomian dan akan dikembangkan menjadi kawasan minapolitan. Permukiman nelayan di Kecamatan Puger, terutama di Desa Puger Kulon dan Desa Puger Wetan, berkembang dengan adanya Pelabuhan Ikan dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger. Permukiman nelayan tersebut menunjukkan fenomena kekumuhan, seperti penumpukan sampah di badan air, saluran drainase, dan tepi jalan, serta ketidakteraturan bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran tingkat kekumuhan di Desa Puger Kulon dan Desa Puger Wetan pada tingkat dusun serta mendapatkan pola dan arahan penanganan kekumuhan. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan metode skoring untuk mengetahui tingkat kekumuhan dan analisis triangulasi untuk menyusun arahan penanganan. Penelitian ini dilakukan di delapan dusun yang ada di Desa Puger Kulon dan Desa Puger Wetan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat lima dusun yang teridentifikasi kumuh dengan tingkat kekumuhan ringan, sementara tiga dusun lainnya tidak teridentifikasi kumuh. Pola penanganan yang dapat diterapkan berdasarkan matriks pada Permen PUPR Nomor 14 Tahun 2018 adalah peremajaan.https://jurnal.uns.ac.id/region/article/view/91395analisis triangulasi, aspek kekumuhan, permukiman nelayan, skoring |
| spellingShingle | Ananda Alif Ramadani Dewi Junita Koesoemawati Dano Quinta Revana Identifikasi tingkat kekumuhan pada kawasan permukiman nelayan di Kecamatan Puger Region: Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif analisis triangulasi, aspek kekumuhan, permukiman nelayan, skoring |
| title | Identifikasi tingkat kekumuhan pada kawasan permukiman nelayan di Kecamatan Puger |
| title_full | Identifikasi tingkat kekumuhan pada kawasan permukiman nelayan di Kecamatan Puger |
| title_fullStr | Identifikasi tingkat kekumuhan pada kawasan permukiman nelayan di Kecamatan Puger |
| title_full_unstemmed | Identifikasi tingkat kekumuhan pada kawasan permukiman nelayan di Kecamatan Puger |
| title_short | Identifikasi tingkat kekumuhan pada kawasan permukiman nelayan di Kecamatan Puger |
| title_sort | identifikasi tingkat kekumuhan pada kawasan permukiman nelayan di kecamatan puger |
| topic | analisis triangulasi, aspek kekumuhan, permukiman nelayan, skoring |
| url | https://jurnal.uns.ac.id/region/article/view/91395 |
| work_keys_str_mv | AT anandaaliframadani identifikasitingkatkekumuhanpadakawasanpermukimannelayandikecamatanpuger AT dewijunitakoesoemawati identifikasitingkatkekumuhanpadakawasanpermukimannelayandikecamatanpuger AT danoquintarevana identifikasitingkatkekumuhanpadakawasanpermukimannelayandikecamatanpuger |