Neurologi Paliatif

Istilah perawatan paliatif diperkenalkan pada 1974. Pada 1990, WHO mendefinisikan perawatan paliatif sebagai perawatan menyeluruh pada pasien dengan penyakit lanjut dan dalam fase terminal beserta keluarganya. Aktivitasnya terus berkembang dan dengan definisi WHO 2007, cakupan menjadi lebih luas, ya...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: SRI ERNI ISTIAWATI
Format: Article
Language:English
Published: Dharmais Cancer Hospital - National Cancer Center 2012-06-01
Series:Indonesian Journal of Cancer
Subjects:
Online Access:https://www.indonesianjournalofcancer.or.id/e-journal/index.php/ijoc/article/view/191
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Istilah perawatan paliatif diperkenalkan pada 1974. Pada 1990, WHO mendefinisikan perawatan paliatif sebagai perawatan menyeluruh pada pasien dengan penyakit lanjut dan dalam fase terminal beserta keluarganya. Aktivitasnya terus berkembang dan dengan definisi WHO 2007, cakupan menjadi lebih luas, yaitu meningkatkan kualitas hidup pasien, juga keluarganya, dengan mencegah dan mengurangi penderitaan dengan cara identifikasi dini serta penatalaksanaan nyeri maupun masalah-masalah lainnya yang diterapkan sejak awal. Dalam perkembangannya, perawatan paliatif tidak hanya ditujukan untuk kasus kanker, tetapi juga untuk kasus bukan kanker. Sekitar tahun 2001, muncul kesadaran baru tentang neurologi paliatif. Pada kenyataannya, sejak diagnosis ditegakkan, beberapa penyakit neurologi sudah tidak mungkin dapat disembuhkan dan memerlukan intervensi paliatif. Dari hasil proses pendidikannya, spesialis saraf memungkinkan untuk memahami fenomena klinis pada kasus kanker dan bukan kanker serta kaitannya dengan neurosains. Dalam artikel ini akan dibahas latar belakang perawatan paliatif, neurosains, dan neurologi paliatif yang dipresentasikan dalam ilustrasi kasus.
ISSN:1978-3744
2355-6811