TRADISI “ NYARE DHINA” DALAM PENENTUAN HARI PERNIKAHAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DI DESA LARANGAN BADUNG

Tradisi nyare dhina yang berkembang dalam<br />masyarakat Larangan Badung adalah sebagai awal<br />dari perencanaan penentuan, baik hari atau bulan<br />untuk melangsungkan  acara pernikahan yang<br />biasanya dalam masyarakat Larangan Badung, akad<br />nikah serta wali...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Sirojuddin Sirojuddin, Mohammad Bashri Asyari
Format: Article
Language:Arabic
Published: Fakultas Syariah IAIN Madura 2014-11-01
Series:Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial
Online Access:http://ejournal.stainpamekasan.ac.id/index.php/alihkam/article/view/357
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Tradisi nyare dhina yang berkembang dalam<br />masyarakat Larangan Badung adalah sebagai awal<br />dari perencanaan penentuan, baik hari atau bulan<br />untuk melangsungkan  acara pernikahan yang<br />biasanya dalam masyarakat Larangan Badung, akad<br />nikah serta walimah dilaksanakan dalam satu waktu.<br />Kebiasaan masyarakat Larangan Badung dalam<br />tradisi nyare dhina mempunyai harapan dengan<br />melaksanakan hari pernikahan di hari yang baik<br />yakni meminta petunjuk pada Kyai maka akan<br />memperoleh kebaikan bagi kedua mempelai yang<br />melangsungkan pernikahan, sebagaimana harapan<br />banyak orang dalam bentuk keluarga yang Sakinah<br />Mawaddah Warahmah serta keturunan shaleh shalehah<br />yang akan mereka didik nantinya.
ISSN:1907-591X
2442-3084