TINGKAT KEMAMPUAN GURU PENJAS SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BANTUL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak guru penjas sekolah dasar di Kabupaten Bantul yang memahami pengertian pendidikan jasmani dan penilaian berbasis kinerja. Untuk menjawab tujuan penelitian tersebut di atas, maka penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitat...
Saved in:
| Main Authors: | , , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | Indonesian |
| Published: |
Yogyakarta State University
2013-11-01
|
| Series: | Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran |
| Online Access: | http://journal.uny.ac.id/index.php/jk/article/view/1972 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| _version_ | 1850178760155856896 |
|---|---|
| author | Tomoliyus Tomoliyus Margono Margono Sujarwo Sujarwo |
| author_facet | Tomoliyus Tomoliyus Margono Margono Sujarwo Sujarwo |
| author_sort | Tomoliyus Tomoliyus |
| collection | DOAJ |
| description | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak guru penjas sekolah dasar di Kabupaten Bantul yang memahami pengertian pendidikan jasmani dan penilaian berbasis kinerja. Untuk menjawab tujuan penelitian tersebut di atas, maka penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Ada dua tahap yaitu (1) tahap persiapan peneliti menyusun pedoman wawancara berisi pertanyaan- pertanyaan mendasar yang nantinya akan berkembang dalam wawancara, (2) tahap pelaksanaan peneliti membuat kesepakatan dengan subjek mengenai waktu dan tempat untuk melakukan wawancara berdasarkan pedoman yang dibuat. Subjek penelitian ini adalah guru penjas yang sudah bersertifikasi sekolah dasar Kabupaten Bantul di Daerah Istimewa Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif analitik. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) 84% guru penjas sekolah dasar di Kabupaten Bantul kurang paham terhadap pengertian penjas. Hal ini menyebabkan sebagaian besar (80%) guru penjas sekolah dasar di Kabupaten Bantul dalam proses pembelajaran menggunakan pengertian penjas tradisional; (2) Sebagian besar guru penjas sekolah dasar di Kabupaten Bantul telah mengetahui dan mengenal penilaian berbasis kinerja, tetapi sebagaian besar (84%) guru penjas kurang paham terhadap pengertian penilaian berbasis kinerja. Hal ini karena 92% guru penjas kurang paham tentang cara mengembangkan penilaian berbasis kinerja. Disamping itu 96% guru penjas belum paham cara membuat rubrik. |
| format | Article |
| id | doaj-art-87c7df437c8945cf8a742e5d101d8fbe |
| institution | OA Journals |
| issn | 2580-5525 2580-5533 |
| language | Indonesian |
| publishDate | 2013-11-01 |
| publisher | Yogyakarta State University |
| record_format | Article |
| series | Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran |
| spelling | doaj-art-87c7df437c8945cf8a742e5d101d8fbe2025-08-20T02:18:39ZindYogyakarta State UniversityJurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran2580-55252580-55332013-11-0143210.21831/jk.v43i2.19726988TINGKAT KEMAMPUAN GURU PENJAS SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BANTULTomoliyus Tomoliyus0Margono Margono1Sujarwo SujarwoFIK UNYFIK UNYPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak guru penjas sekolah dasar di Kabupaten Bantul yang memahami pengertian pendidikan jasmani dan penilaian berbasis kinerja. Untuk menjawab tujuan penelitian tersebut di atas, maka penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Ada dua tahap yaitu (1) tahap persiapan peneliti menyusun pedoman wawancara berisi pertanyaan- pertanyaan mendasar yang nantinya akan berkembang dalam wawancara, (2) tahap pelaksanaan peneliti membuat kesepakatan dengan subjek mengenai waktu dan tempat untuk melakukan wawancara berdasarkan pedoman yang dibuat. Subjek penelitian ini adalah guru penjas yang sudah bersertifikasi sekolah dasar Kabupaten Bantul di Daerah Istimewa Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif analitik. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) 84% guru penjas sekolah dasar di Kabupaten Bantul kurang paham terhadap pengertian penjas. Hal ini menyebabkan sebagaian besar (80%) guru penjas sekolah dasar di Kabupaten Bantul dalam proses pembelajaran menggunakan pengertian penjas tradisional; (2) Sebagian besar guru penjas sekolah dasar di Kabupaten Bantul telah mengetahui dan mengenal penilaian berbasis kinerja, tetapi sebagaian besar (84%) guru penjas kurang paham terhadap pengertian penilaian berbasis kinerja. Hal ini karena 92% guru penjas kurang paham tentang cara mengembangkan penilaian berbasis kinerja. Disamping itu 96% guru penjas belum paham cara membuat rubrik.http://journal.uny.ac.id/index.php/jk/article/view/1972 |
| spellingShingle | Tomoliyus Tomoliyus Margono Margono Sujarwo Sujarwo TINGKAT KEMAMPUAN GURU PENJAS SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BANTUL Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran |
| title | TINGKAT KEMAMPUAN GURU PENJAS SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BANTUL |
| title_full | TINGKAT KEMAMPUAN GURU PENJAS SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BANTUL |
| title_fullStr | TINGKAT KEMAMPUAN GURU PENJAS SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BANTUL |
| title_full_unstemmed | TINGKAT KEMAMPUAN GURU PENJAS SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BANTUL |
| title_short | TINGKAT KEMAMPUAN GURU PENJAS SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BANTUL |
| title_sort | tingkat kemampuan guru penjas sekolah dasar di kabupaten bantul |
| url | http://journal.uny.ac.id/index.php/jk/article/view/1972 |
| work_keys_str_mv | AT tomoliyustomoliyus tingkatkemampuangurupenjassekolahdasardikabupatenbantul AT margonomargono tingkatkemampuangurupenjassekolahdasardikabupatenbantul AT sujarwosujarwo tingkatkemampuangurupenjassekolahdasardikabupatenbantul |