Upaya Meningkatkan Mutu Pembelajaran PAI melalui Metode Daring dengan Model Pedagogis Kontruktivistik di Masa Pandemi

Penelitian yang dilakukan ini bertujuan dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran PAI di masa pandemi. Peningkatan ini dilakukan melalui penerapan metode Daring model Pedagogis Kontruktivistik. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam proses kegiatan pembelajaran onli...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Usriati Usriati, M Misbah
Format: Article
Language:English
Published: Ikatan Keluarga Alumni UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto 2021-05-01
Series:Jurnal Kependidikan
Subjects:
Online Access:https://ejournal.uinsaizu.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/5261
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Penelitian yang dilakukan ini bertujuan dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran PAI di masa pandemi. Peningkatan ini dilakukan melalui penerapan metode Daring model Pedagogis Kontruktivistik. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam proses kegiatan pembelajaran online, dengan subyek penelitian siswa SD Negeri 2 Rejasari Kecamatan Purwokerto Barat. Penelitian ini difokuskan pada penerapan metode Daring model Pedagogis Kontruktivistik yang diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar PAI. Prosedur penelitian dilakukan dalam 4 tahap, diawali dengan perencanaan, realisasi rencana, observasi, evaluasi dan perbaikan. Pengumpulan informasinya menggunakan wawancara dan observasi serta dokumentasi. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, di mana Hasil penelitiannya menunjukan bahwa upaya dalam meningkatkan mutu belajar PAI berhasil dengan baik. Mutu pembelajaran terlihat pada perubahan kegiatan pembelajaran Daring model Pedagogis Kontruktivistik. Pada siklus I siswa masih terlihat bingung, Rebutan bertanya, dan sebagian ada yang kurang memperhatikan penjelasan guru yang di kirim lewat pembelajaran online. Kegiatan Daring ternyata didominasi siswa yang aktif dan mempunyai media pendukung. Pada siklus 2, tampak keberanian siswa untuk bertanya dan menyampaikan pendapatnya bertambah. Kegiatan pembelajarannya berkembang sangat baik. Masing-masing siswa tampak bersemangat mengukir prestasi yang baik. Peningkatan prestasi belajar bertujuan dengan keaktifan siswa, hal ini dapat dilihat pada nilai ketuntasan belajar peserta didik dengan rata rata 68 pada siklus I, dan naik  menjadi 79,5 pada siklus II.
ISSN:2355-018X
2598-4845