Strategi Pengembangan Perkebunan Kopi Masyarakat Rejang melalui Kajian Etnobotani
Kabupaten Rejang Lebong di Provinsi Bengkulu, Indonesia, memiliki potensi besar dalam budidaya kopi dengan perkebunan kopi yang unik berkat jenis kopi dan metode bercocok tanam khasnya. Iklim dan geografi mendukung kesuksesan budidaya kopi, yang masih menggunakan teknik tradisional. Praktik budaya m...
Saved in:
| Main Authors: | , , , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | Indonesian |
| Published: |
Diponegoro University
2024-08-01
|
| Series: | Jurnal Ilmu Lingkungan |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59587 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| _version_ | 1850171503133327360 |
|---|---|
| author | Edward Gland Tetelepta Paisal Ansiska Mohammad Amin Lasaiba Hefri Oktoyoki |
| author_facet | Edward Gland Tetelepta Paisal Ansiska Mohammad Amin Lasaiba Hefri Oktoyoki |
| author_sort | Edward Gland Tetelepta |
| collection | DOAJ |
| description | Kabupaten Rejang Lebong di Provinsi Bengkulu, Indonesia, memiliki potensi besar dalam budidaya kopi dengan perkebunan kopi yang unik berkat jenis kopi dan metode bercocok tanam khasnya. Iklim dan geografi mendukung kesuksesan budidaya kopi, yang masih menggunakan teknik tradisional. Praktik budaya menanam kopi secara tradisional dihubungkan dengan kearifan lokal turun-temurun dan memiliki dampak signifikan terhadap etnobotani di perkebunan kopi. Penelitian etnobotani menjadi penting untuk pembangunan ekonomi dan kesejahteraan petani, fokus pada pemahaman pemanfaatan tanaman di perkebunan kopi. Studi ini melibatkan 33 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat, termasuk dalam kegiatan seperti bahan makanan, kayu bakar, obat, bahan bangunan, ritual, pewarna, dan sebagai sumber pendapatan ekonomi serta penentuan batas lahan. Tumbuhan tertentu seperti Coffea canephora, Bambusoideae, Myristica fragrans, dan lainnya memiliki nilai indeks kepentingan budaya dan kultivar pemanfaatan yang tinggi. Pengembangan perkebunan kopi di Rejang Lebong dapat dimulai dengan sistem pertanian berkelanjutan, tumpang sari tanaman, penyuluhan pasca panen, dan penguatan kelompok tani untuk meningkatkan produksi dan pemasaran produk pertanian. |
| format | Article |
| id | doaj-art-3fa7d14a3ca7493e8b6b8d76e8cf57c8 |
| institution | OA Journals |
| issn | 1829-8907 |
| language | Indonesian |
| publishDate | 2024-08-01 |
| publisher | Diponegoro University |
| record_format | Article |
| series | Jurnal Ilmu Lingkungan |
| spelling | doaj-art-3fa7d14a3ca7493e8b6b8d76e8cf57c82025-08-20T02:20:16ZindDiponegoro UniversityJurnal Ilmu Lingkungan1829-89072024-08-012251143115110.14710/jil.22.5.1143-115124145Strategi Pengembangan Perkebunan Kopi Masyarakat Rejang melalui Kajian EtnobotaniEdward Gland Tetelepta0Paisal Ansiska1Mohammad Amin Lasaiba2Hefri Oktoyoki3Program Studi Pendidikan Geografi, Universitas Pattimura, IndonesiaProgram Studi Pendidikan Geografi, Universitas Pattimura, IndonesiaProgram Studi Pendidikan Geografi, Universitas Pattimura, IndonesiaProgram Studi Kehutanan, University of Bengkulu, IndonesiaKabupaten Rejang Lebong di Provinsi Bengkulu, Indonesia, memiliki potensi besar dalam budidaya kopi dengan perkebunan kopi yang unik berkat jenis kopi dan metode bercocok tanam khasnya. Iklim dan geografi mendukung kesuksesan budidaya kopi, yang masih menggunakan teknik tradisional. Praktik budaya menanam kopi secara tradisional dihubungkan dengan kearifan lokal turun-temurun dan memiliki dampak signifikan terhadap etnobotani di perkebunan kopi. Penelitian etnobotani menjadi penting untuk pembangunan ekonomi dan kesejahteraan petani, fokus pada pemahaman pemanfaatan tanaman di perkebunan kopi. Studi ini melibatkan 33 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat, termasuk dalam kegiatan seperti bahan makanan, kayu bakar, obat, bahan bangunan, ritual, pewarna, dan sebagai sumber pendapatan ekonomi serta penentuan batas lahan. Tumbuhan tertentu seperti Coffea canephora, Bambusoideae, Myristica fragrans, dan lainnya memiliki nilai indeks kepentingan budaya dan kultivar pemanfaatan yang tinggi. Pengembangan perkebunan kopi di Rejang Lebong dapat dimulai dengan sistem pertanian berkelanjutan, tumpang sari tanaman, penyuluhan pasca panen, dan penguatan kelompok tani untuk meningkatkan produksi dan pemasaran produk pertanian.https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59587etnobotanimasyarakat rejangstrategiperkebunan kopiswotahp |
| spellingShingle | Edward Gland Tetelepta Paisal Ansiska Mohammad Amin Lasaiba Hefri Oktoyoki Strategi Pengembangan Perkebunan Kopi Masyarakat Rejang melalui Kajian Etnobotani Jurnal Ilmu Lingkungan etnobotani masyarakat rejang strategi perkebunan kopi swot ahp |
| title | Strategi Pengembangan Perkebunan Kopi Masyarakat Rejang melalui Kajian Etnobotani |
| title_full | Strategi Pengembangan Perkebunan Kopi Masyarakat Rejang melalui Kajian Etnobotani |
| title_fullStr | Strategi Pengembangan Perkebunan Kopi Masyarakat Rejang melalui Kajian Etnobotani |
| title_full_unstemmed | Strategi Pengembangan Perkebunan Kopi Masyarakat Rejang melalui Kajian Etnobotani |
| title_short | Strategi Pengembangan Perkebunan Kopi Masyarakat Rejang melalui Kajian Etnobotani |
| title_sort | strategi pengembangan perkebunan kopi masyarakat rejang melalui kajian etnobotani |
| topic | etnobotani masyarakat rejang strategi perkebunan kopi swot ahp |
| url | https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59587 |
| work_keys_str_mv | AT edwardglandtetelepta strategipengembanganperkebunankopimasyarakatrejangmelaluikajianetnobotani AT paisalansiska strategipengembanganperkebunankopimasyarakatrejangmelaluikajianetnobotani AT mohammadaminlasaiba strategipengembanganperkebunankopimasyarakatrejangmelaluikajianetnobotani AT hefrioktoyoki strategipengembanganperkebunankopimasyarakatrejangmelaluikajianetnobotani |